Bagaimana Musisi Dapat Belajar dari Apple dan iPad

Seperti kita semua sudah tahu, dini hari tadi Apple Inc. launching produk terbarunya iPad. Seperti biasa, kritik dari segala penjuru menghunjam perusahaan itu (yang selalu berhasil membungkam kritik di akhir cerita).

Hasil debat selama beberapa jam terakhir di seluruh penjuru web, ada 1 respon yang sangat menarik perhatian saya. Postingan dari David Appleyard, editor dari Mac App Storm, iPhone App Storm, founder dari blog web design terkenal Design Shack dan segudang lainnya. Di blog pribadinya, David menulis artikel In Response to the iPad Criticism.

Apa yang dapat kita pelajari?

1. Tidak ada produk yang sempurna

Jika kamu mulai merilis dan menjual produk musik; seperti merchandise, album, dan lain sebagainya. Selain pujian, kamu akan menerima keluhan orang. Produk kamu kurang ini, produk kamu kurang itu. Dalam skala Apple, karena ekspektasi orang sangat tinggi atas nama besarnya, skala kritiknya SANGAT MASIF dan SANGAT BRUTAL (brutal dibaca: jujur).

Semakin besar band kamu, semakin tinggi ekspektasi fans. Walhasil, jika tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, kritik pun akan datang bertubi-tubi.

2. Pasar tidak mengerti apa yang mereka mau

Steve Jobs, CEO Apple Inc. pernah berkata:

It’s really hard to design products by focus groups. A lot of times, people don’t know what they want until you show it to them.” (Business Week, May 25, 1998)

Sebagian besar orang di dunia ini tidak tahu apa yang sebenarnya mereka mau, sampai kita berikan apa yang kita mau. Begitu kira-kira faktanya.

Intinya, benar atau salah produk kamu atau sikap kamu, semuanya tidak relevan dengan kritik yang datang. Karena sebenarnya para kritikus itu pun tidak tau maunya apa.

3. Pertahankan Idealisme

Meski saya yakin Apple Inc. akan mendengar dan mengambil masukan dari kritik, mereka tidak akan mundur dan tidak jadi menjual iPad (yang kira-kira akan ready to ship 60 hari dari sekarang).

Di analisa David, sudah jelas Apple memiliki alasan yang kuat mengapa mereka tidak mengeluarkan fitur-fitur yang ‘diinginkan’ para kritikus. Jika kamu mengeluarkan demo yang tidak disukai orang, tapi kamu percaya kamu memberikan yang terbaik untuk fans, apakah kamu akan mundur dan tidak jadi merilis album?

Stay with what you know best, and always keep your promise to deliver.

4. Komitmen untuk terus Belajar

Quote lain yang terkenal dapat kamu temukan pada presentasi Steve Jobs di Stanford University sekitar 5 tahun yang lalu.

Stay Hungry, Stay Foolish

Berani mempertahankan pendapat tidak sama dengan tidak mau mendengar kata orang atau tidak mau belajar. Jangan pernah berhenti belajar.

Kesimpulan:

Jadi musisi, jangan hanya belajar dari musisi lagi. Banyak yang kamu bisa pelajari dari orang di luar musik, karena banyak sekali orang-orang penuh kebijakan dan pengetahuan di luar sana. Go out and learn!

Sekarang, pendapat saya pribadi tentang iPad: I WANT ONE!