<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>M.usik.us - Belajar Bisnis Musik &#187; Kewirausahaan</title>
	<atom:link href="http://m.usik.us/tag/kewirausahaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://m.usik.us</link>
	<description>Blog Tentang Bisnis Musik dan Teknologi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2011 11:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<copyright>2009-present </copyright>
	<managingEditor>robin@m.usik.us (M.usik.us - Belajar Bisnis Musik)</managingEditor>
	<webMaster>robin@m.usik.us (M.usik.us - Belajar Bisnis Musik)</webMaster>
	<ttl>1440</ttl>
	<image>
		<url>http://m.usik.us/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>M.usik.us - Belajar Bisnis Musik</title>
		<link>http://m.usik.us</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>An Always Alpha Music Search Engine Project</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Society &#38; Culture" />
	<itunes:author>M.usik.us - Belajar Bisnis Musik</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>M.usik.us - Belajar Bisnis Musik</itunes:name>
		<itunes:email>robin@m.usik.us</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://m.usik.us/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Kewirausahaan Dalam Musik</title>
		<link>http://m.usik.us/kewirausahaan-dalam-musik/</link>
		<comments>http://m.usik.us/kewirausahaan-dalam-musik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 06:03:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatifitas dan Inovasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://m.usik.us/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Ada kewirausahaan di dunia Musik? Tentu. Pada dasarnya, sistem ekonomi dibangun oleh sistem kewirausahaan. Jadi, di semua industri ada yang namanya kewirausahaan. Secara umum, kewirausahaan di bidang musik sama seperti kewirausahaan di industri lainnya. Yang membedakannya adalah keterampilan yang dibutuhkan dan strategi komunikasi bisnisnya. Bayangkan ilustrasi ini: Ide produk = ide lagu, Presentasi produk = [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-129 aligncenter" title="wisdom-of-music" src="http://m.usik.us/wp-content/uploads/2009/02/wisdom-of-music.jpg" alt="wisdom-of-music" /></p>
<p>Ada kewirausahaan di dunia Musik? Tentu.</p>
<p>Pada dasarnya, sistem ekonomi dibangun oleh sistem kewirausahaan. Jadi, di semua industri ada yang namanya kewirausahaan. Secara umum, kewirausahaan di bidang musik sama seperti kewirausahaan di industri lainnya. Yang membedakannya adalah keterampilan yang dibutuhkan dan strategi komunikasi bisnisnya.<span id="more-101"></span></p>
<p>Bayangkan ilustrasi ini:</p>
<ul>
<li>Ide produk = ide lagu,</li>
<li>Presentasi produk =  show yang sukses,</li>
<li>Team Work yang efektif = band yang kompak.</li>
<li>Dan seterusnya.</li>
</ul>
<p>Kewirausahaan dalam musik bisa saja berbentuk musisi yang mendirikan band dan mencari nafkah lewat musik, atau orang yang memulai bisnis musik (baca: mendirikan perusahaan musik). </p>
<p>Dengan mengerti definisi kewirausahaan, harapannya adalah, para pengusaha musik ini dapat</p>
<ol>
<li>Berpikir kreatif, dan</li>
<li>Menciptakan Inovasi dalam bidang bisnis musik. </li>
</ol>
<h3><strong>Berpikir Kreatif dalam Musik</strong></h3>
<p>Definisi Kreatifitas yang paling umum adalah:</p>
<blockquote><p>Think the New Thing</p></blockquote>
<p>Jadi, jangan sangka, dengan sekedar memainkan komposisi musik, berarti kamu sudah jadi orang kreatif. Jika hanya melakukan komposisi rutin, melakukan panggung rutin, lantas apa kreatifnya? Itu namanya rutinitas, bukan kreatifitas. Berpikir kreatif dalam bisnis musik misalnya memikirkan cara-cara baru dan komposisi-komposisi baru dalam bermusik.</p>
<h3><strong>Menciptakan Inovasi Dalam Musik</strong></h3>
<p><strong></strong>Definisi Inovasi yang paling mudah diingat adalah:</p>
<blockquote><p>Do The New Thing</p></blockquote>
<p>Jika kamu tidak melakukan hal yang baru di bisnis musik kamu, maka kamu tidaklah ber-inovasi dan secara tidak langsung, kamu tidak melakukan kewirausahaan.</p>
<p><strong>Contoh. </strong></p>
<p>Akhir-akhir ini dunia &#8216;dikejutkan&#8217; oleh pembajakan musik yang semakin merajalela, penyebaran musik ilegal di internet, upaya <em>Digital Rights Management</em> yang hampir selalu gagal total dan lain sebagainya. Sebenarnya kita harus heran jika kita terkejut akan tren ini, karena masa ini memang sudah jelas akan datang menghampiri.</p>
<p>Jika melihat ke belakang, bukankah kita sudah melewati perubahan sejenis beberapa kali? Dari konsumsi Piringan Hitam ke Kaset, dari Kaset ke CD, dan sekarang dari CD ke Musik Digital.</p>
<p>Dalam masa sulit seperti sekarang ini, kewirausahaan dapat menjadi penyelamat. Ngga sedikit perusahaan musik baru yang muncul justru pada masa sulit. Contoh konkrit-nya adalah <a href="http://www.livenation.com/" target="_blank">Live Nation</a>. Live Nation memang bukan perusahaan baru, tetapi justru mereka bisa menjadi perusahaan yang lebih besar lagi saat Industri Musik sedang &#8216;sekarat&#8217;. Model bisnis nya sedikit berbeda, karena Live Nation bukanlah perusahaan rekaman. Mereka fokus berbisnis untuk menjual tiket konser.  Mengapa mereka jadi besar? Salah satunya, menurut saya adalah justru karena pembajakan musik. </p>
<p>Dengan adanya pembajakan musik, justru semakin membuka pasar (penggemar musik) lebih luas, karena mereka sekarang dapat menikmati musik di <em>digital music player</em> mereka tanpa harus membayar. Dengan semakin mengenal artis-nya, mereka jadi ingin nonton konser. Maka, jalur uang pun berpindah, yang dulunya dari pasar ke perusahaan rekaman, sekarang ke bisnis-bisnis yang berhubungan dengan produksi Live Show, seperti para pengusaha tiket konser, penyedia sound system dan lain sebagainya.  </p>
<p>Dan yang harus lebih diperjelas adalah: <strong>Industri Musik Tidak Mati</strong>, tetapi industri rekaman musik memang sedang terseok-seok.</p>
<p>Siap Berwirausaha Musik?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://m.usik.us/kewirausahaan-dalam-musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kewirausahaan, Apa Itu?</title>
		<link>http://m.usik.us/kewirausahaan-apa-itu/</link>
		<comments>http://m.usik.us/kewirausahaan-apa-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 12:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://m.usik.us/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Jika kamu mencari definisi kewirausahaan, maka yang muncul banyak versi. Tetapi, sebenarnya semua versi merujuk ke arah yang sama. Dibawah ini adalah beberapa definisi kewirausahaan menurut akademisi: “Entrepreneurship is the process of creating something new with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psyshic, and social risk, and receiving the resulting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-85 aligncenter" title="gold_02" src="http://m.usik.us/wp-content/uploads/2009/02/gold_02.jpg" alt="gold_02" /></p>
<p style="text-align: left;">Jika kamu mencari definisi kewirausahaan, maka yang muncul banyak versi. Tetapi, sebenarnya semua versi merujuk ke arah yang sama.<span id="more-68"></span> Dibawah ini adalah beberapa definisi kewirausahaan menurut akademisi:</p>
<blockquote><p>“Entrepreneurship is the process of creating something new with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psyshic, and social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence.”<br />
Hisrich, Peters, Shepperd, 2005; 8</p></blockquote>
<p>Sementara itu, Prof. Yuyun Wirasasmita mendefinisikan Kewirausahaan sebagai:</p>
<blockquote><p>“Proses kemanusiaan yang berkaitan dengan kreatifitas dan inovasi dalam memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber, mengelola sehingga peluang itu terwujud menjadi suatu usaha yang mampu menghasilkan laba atau nilai dalam jangka waktu yang lama”</p></blockquote>
<p>Dari dua definisi di atas, kata kunci dari pengertian kewirausahaan adalah:</p>
<ol>
<li>Proses Penciptaan nilai.</li>
<li>Kreatifitas &amp; Inovasi.</li>
<li>Pengelolaan, Kepuasan dan Laba. </li>
</ol>
<p>Kesimpulannya, Kewirausahaan adalah sebuah proses kemanusiaan yang menghasilkan kepuasan dan laba jangka panjang dengan cara mengelola dan menciptakan nilai. Jadi, sebuah proses kewirausahaan dapat dikenali dari elemen-elemen diatas.</p>
<p>Sementara itu, pelaku kewirausahaan (entrepreneurship) adalah wirausaha (Entrepreneur) atau wiraswasta:</p>
<blockquote><p>“An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on them.”<br />
(Zimmerrer, Scarborough, 2002; 4)</p>
<p>“Entrepreneur berarti orang yang memulai (The Originator) sesuatu usaha bisnis baru. Atau seorang manajer yang berusaha memperbaiki sebuah unit keorganisasian melalui serangkaian perubahan-perubahan produktif”.<br />
(Winardi, 2003:71)</p></blockquote>
<p>Secara praktis, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Branson">Sir Richard Branson</a> mendefinisikan wirausaha sebagai:</p>
<blockquote><p>“An entrepreneur is somebody who is willing to go where others will not…”</p></blockquote>
<p>Jaman dulu, sebelum ada pendidikan kewirausahaan, ada pendapat bahwa kewirausahaan dan wirausaha disebabkan semata-mata oleh bakat. Tidak sepenuhnya benar, karena ternyata, menjalankan proses kewirausahaan dan menjadi wirausaha itu bisa diajarkan. Tentunya akan menjadi kelebihan tersendiri jika seseorang memiliki bakat yang biasa kita sebut &#8216;bakat dagang&#8217; dan sejenisnya. Tetapi dalam prakteknya, menjalankan proses kewirausahaan berarti bekerja. Bukan hanya masalah bakat apalagi keberuntungan.</p>
<p>Proses terjadinya kewirausahaan bisa diringkas menjadi beberapa langkah berikut:</p>
<blockquote><p>BAKAT &amp; MENTAL + KETERAMPILAN + LINGKUNGAN + TRIGGERING EVENT</p></blockquote>
<p>Jadi, bakat memang perlu. Tapi bakat saja tidak cukup jika tidak memiliki mental yang kuat, keterampilan, dukungan lingkungan dan apa yang disebut sebagai <em>triggering event</em>. Jadi, secara ideal, p<span lang="IN">roses </span><span>terjadinya</span><span lang="IN"> kewirausahaan adalah adanya suatu bakat terpendam dalam diri seseorang yang mempunyai mental kuat, yang kemudian belajar secara terus menerus sehingga memiliki keterampilan, memiliki lingkungan yang mendukung kegiatan dan mendapatkan momen pemicu yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk berwirausaha.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://m.usik.us/kewirausahaan-apa-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 D sebagai ciri Wirausaha</title>
		<link>http://m.usik.us/10-d-sebagai-ciri-wirausaha/</link>
		<comments>http://m.usik.us/10-d-sebagai-ciri-wirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 11:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://m.usik.us/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Entrepreneur memang sedikit berbeda dibanding dengan orang biasa. William Bygrave membuat daftar 10 D sebagai ciri kewirausahaan, yaitu: Dream (Mimpi) Wirausahawan memiliki visi atas masa depan seperti apa yang mereka dan usaha mereka ingin hadapi. Dan, lebih penting lagi, mereka memiliki kemampuan mengimplementasikan mimpi mereka. Decisiveness (Ketegasan) Mereka tidak pernah menangguh-nangguhkan waktu. Mereka membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-93 aligncenter" title="jewelry" src="http://m.usik.us/wp-content/uploads/2009/02/jewelry.jpg" alt="jewelry" /></p>
<p>Seorang Entrepreneur memang sedikit berbeda dibanding dengan orang biasa. William Bygrave membuat daftar <strong>10 D</strong> sebagai ciri kewirausahaan<span id="more-90"></span>, yaitu:</p>
<p><strong>Dream (Mimpi) </strong><br />
Wirausahawan memiliki visi atas masa depan seperti apa yang mereka dan usaha mereka ingin hadapi. Dan, lebih penting lagi, mereka memiliki kemampuan mengimplementasikan mimpi mereka.</p>
<p><strong>Decisiveness (Ketegasan)</strong><br />
Mereka tidak pernah menangguh-nangguhkan waktu. Mereka membuat keputusan dengan cepat. Kecepatan mereka merupakan faktor kunci kesuksesan mereka.</p>
<p><strong>Doers (Pelaku)</strong><br />
Sekali mereka menentukan suatu jenis tindakan, mereka melaksanakannya secepat mungkin.</p>
<p><strong>Determination (Determinasi)</strong><br />
Mereka mengimplementasikan usaha mereka dengan komitemn total. Mereka jarang menyerah, bahkan pada saat menjumpai kesulitan yang tampaknya tidak mungkin diatasi.</p>
<p><strong>Dedication (Dedikasi)</strong><br />
Mereka berdedikasi total terhadap bisnisnys, kadangkala mengorbankan hubungan mereka dengan kawan atau keluarganya. Mereka bekerja tak kenal lelah. Dua belas jam sehari dan tujuh hari seminggu bukan merupakan hal yang tidak biasa bagi seorang wirausahawan yang memperjuangkan tinggal landas bagi usahanya.</p>
<p><strong>Devotion (Pengabdian)</strong><br />
Wirausahawan mencintai apa yang dikerjakannya. Rasa cinta inilah yang menahan mereka ketika usaha mereka mendapat kesulitan. Dan rasa cinta akan produk atau jasa merekalah yang menyebabkan mereka sangat efektif dalam menjualnya.</p>
<p><strong>Details (Cermat)</strong><br />
Dikatakan bahwa setan berdiam dalam rincian. Tidak ada yang lebih tepat menggambarkannya daripada saat memulai dan meningkatkan bisnis. Wirausahawan harus menguasai rincian yang bersifat kritis.</p>
<p><strong>Destiny (Nasib)</strong><br />
Mereka ingin bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri daripada bergantung kepada seorang atasan.</p>
<p><strong>Dollars (Uang)</strong><br />
Menjadi kaya bukanlah motivator utama bagi seorang wirausahawan. Uang lebih berarti sebagai ukuran kesuksesannya. Mereka menganggap jika mereka sukses, mereka akan diberi penghargaan.</p>
<p><strong>Distribute (Distribusi tugas)</strong><br />
Wirausahawan mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada karyawan kunci yang merupakan faktor penting bagi kesuksesan bisnisnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://m.usik.us/10-d-sebagai-ciri-wirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

